Minggu, 29 November 2015

Jika anda berada diwilayah Sidoarjo, tepatnya di desa Karangbong kec Gedangan . Anda akan menemukan salah satu penjual jamu yang cukup bisa dibilang unik. Betapa tidak, penjual jamu yang mangkal didepan pabrik MPI ini, sebelumnya terkenal dengan selogan #SAK_IKI_JAMANE_MOCO kini menghadirkan terobosan baru dengan konsep HAFAL ALQURAN GRATIS SELAMANYA.

hafal

Alih-alih menjemput rezeqi dengan berjualan jamu keliling dimodifikasi dengan membawa aneka buku bacaan yang siap dibaca dan dipinjamkan pada para pelanggan seperti aktifitas hari-hari sebelumnya. Untuk kali ini Fauzi menghadirkan sesuatu yang sangat berbeda dari aktifitas hari-hari sebelumnya.

Semenjak postingan pertama di akun media sosial Facebook miliknya, tentang slogan HAFAL ALQURAN GRATIS SELAMANYA, mengundang banyak komentar netizen untuk simpati terhadap apa yang telah dilakukannya. Berbagai komentar positif dari media sosial banyak bermunculan atas postingan Fauzi Baim.

hafal1

Dengan maksut bersedekah kepada mereka yang hafal Alquran, diharapkan mampu juga untuk menginspirasi orang lain, walau dengan konsep yang berbeda, namun tetap berbagi tuturnya. Adapun untuk mendapatkan fasilitas minum jamu gratis, tidak harus dengan membaca Alquran sampai selesei. Namun cukup bilang saya hafal Alquran, maka anda sudah bisa minum jamu gratis sepuasnya.


Anda hafal Alqur'an?


Jika iya, selamat anda bisa minum jamu gratis sepuasnya.

Minggu, 08 November 2015

Sebenarnya banyak cerita yang bisa dituliskan untuk hari ini minggu 08/11/2015 tentang kegiatan mingtim MINGGU BERBAGI PERPUS TIM di pojok alun-alun sidoarjo. Cerita yang pertama tentang anak-anak yang ingin memiliki mainan edukasi dengan cara memasukkan kekantong bajunya.

Cerita kedua tentang salah satu paslon bupati yang lagi di liput salah satu media, kayaknyasih media televisi. Tapi aku juga gak sebegitu keponya dan hanya duduk sembari menontonnya dari kejauhan.

DSC00829[1]

Ada atraksi barongsai, drumben, panco, sepeda bmx dll, yang saking banyaknya kegiatan di acara hari minggu dialun-alun sidoarjo ini. Tapi diriku juga masih tetep fokus pada acraku sendiri yaitu tebarkan budaya baca. Inilah sebagian cuplikan dokumentasi yang berhasil saya rangkum.
  

  
  
  

Senin, 02 November 2015

Alhamdulilah, aktifitas minggu ini bisa begitu menyenangkan. Perpustakaan keliling atau gelar baca dipojok alun-alun sidoarjo berjalan dengan baik. Para pengunjung bisa dengan senangnya menikmati aneka bacaan yang tersedia.

  

Cerita hari ini minggu 1/11/2015 dimana pengunjung pertamaku adalah kakak beradik yang masih kecil-kecil dilanjut dengan pengunjung lainnya yang mulai berdatangan. Disitu saya baru melihat ada anak kecil bersama temannya yang masih usia Tk tapi yang membuat saya takjub adalah dia sudah sangat lancar membaca bersama temannya yang sudah kelas tiga Sd. Ini adalah pemandangan yang tak biasa bagi saya.


           

Masih sama seperti minggu-minggu sebelumnya, aneka permainan anak juga selalu saya bawa, dengan harapan agar para orang tua yang mengajak anak balita atau mereka yang belum bisa membaca, bisa tetep singgah untuk bermain menggunakan aneka permainan yang telah tersedia.


   

Pukul 9 lewat, pengunjung sudah sepi maka saya mulai untuk merapikan semua gelaran dan memasukkannya kedalam roda tiga. Dan akhirnya sayapun bergegas untuk mencari sarapan.

Namanya Ismi fadhilah, gadis muda yang baru berumur 19 tahun belum genap. Namun aksinya patut untuk diacungi jempol, mengingat dia mampu menjalankan aksinya menebar budaya baca di Desa sekitarnya walau hanya dengan fasilitas yang seadanya.



Dengan menggunakan sepeda angin dan gerobak kecil yang ada diboncengannya dia berkeliling menjajakan aneka buku bacaan gratis yang siap dibaca anak-anak yang lagi asik bermain disalah satu teras tetangganya.

snapshot_130 snapshot_131

Ismi merupakan sosok yang sangat patut diacungi jempol, karena tidak hanya berkeliling menjajakan aneka bacaan, dia juga memberikan bimbel dan mengajar mengaji dirumahnya. Untuk bimbel dan mengaji semua bersifat gratis, namun ada juga yang memberikan dana sukarela untuk apa yang telah dia lakukan.

DSC00755[1] snapshot_134

Adapun anak-anak yang mengaji atau ikut bimbel jumlahnya sekitar 15 anak, dan pelaksanaan bimbel ini selepas magrib hingga selesei. Ismi fadhilah gadis yang tinggal di dusun buaran desa keboguyang kec jabon kab sidoarjo dia sangat menaruh harapan besar agar anak-anak diwilayahnya bisa kian cerdas melalui program yang dia lakukan yaitu melalui bacaan yang ada di perpustakaan yang dikelolanya dan juga bimbel yang ia berikan.


Untuk saat ini koleksi buku yang dimilikinya baru sekitar 150 eksemplar dan ini baginya sudah banyak karena untuk menambah koleksi buku bacaan sangat sulit bagi ismi yang sama sekali tidak bisa menggunakan akses internet, apalagi meminta-minta kepada simpatisan diluar daerah. Semua itu disebabkan tidak adanya fasilitas internet dan juga fasilitas pelengkap lainnya. Dan dia sangat menaruh harapan besar jika ada orang yang peduli terhadap aksinya, tentunya dengan menyedekahkan  buku-buku bacaan untuk perpustakaannya.


Namun dia mengucapkan syukur setidaknya didaerah dia tinggal, anak-anak masih belum terlalu terkontaminasi dengan gatget, setidaknya ini bisa mempermudah dia dalam mengembangkan budaya baca tukasnya.
Untuk melihat salah satu aksi nyatanya anda bisa KLIK DISINI.

Jangan lupa LIKE dan SHARE jika anda terinspirasi biar semakin banyak yang peduli pada orang-orang seperti mereka.
Jangan lupa mampir disini ya http://www.perpustim.blogspot.com/